Rabu, 03 Desember 2014

Dishubkominfo melalui Kominfo bergeriliya ke Desa-desa



Dalam menindak lanjuti program pemerintah di bidang teknologi informasi pemerintah Kabupaten Majalengka melalui Dishubkominfo pada bidang Kominfo terus menerus bergeriliya ke Desa-desa melalui pertemuan mengenai pemanfaatan server dan website Desa bertempat di aula Kecamatan Talaga, Selasa (02/12/2014).
Peserta berasal dari perwakilan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dan perwakilan Desa dari Kecamatan Banjaran dan Kecamatan Talaga. Rapat diawali sambutan dari Camat Talaga Hendra Krisniawan, S.STP. dalam sambutannya beliau mengatakan bahwa pertemuan ini sangat diperlukan bagi aparatur Desa sebagai pelayan masyarakat, “bahwasanya kita harus merubah paradigma pada waktu lampau yang asalnya pemerintah itu adalah pemberi perintah sekarang sebagai pelayan masyrakat” ujar beliau. Selain itu beliau mengajak kepada semua operator supaya siap menghadapi kemajuan terutama di bidang teknologi.

Dilanjutkan sambutan oleh kabid kominfo Wawan Kurniawan, S.Sos.,MT sekaligus membuka acara tersebut mengatakan bahwa kominfo sedang merancang tata naskah elektronik, menyamakan presepsi menggunakan aplikasi yang sama sebagai pelaporan dari Kecamatan kemudian ke Kabupaten. Selanjutnya beliau menjelaskan bahwa untuk pempromosikan Desa baik itu potensi Desa maupun laporan yang mengacu kepada keterbukaan informasi publik salah satunya dengan mengunakan website Desa ”biayanya murah tapi manfaatnya besar” ungkap beliau. Selain itu beliau mengatakan bahwa organisasi di bidang IT yaitu Relawan Teknologi Komunikasi (RTIK) yang telah banyak membantu dalam proses jalannya kegiatan-kegiatan di bidang Kominfo.
Kemudian pemaparan dari RTIK Iiyas Hilmi dan Azis Amirullah tentang keorganisasian  RTIK, pemanfaatan server dan website Desa dilanjutkan dengan tanya jawab dan diskusi. RTIK berharap tiap Desa harus proaktif dalam menanyakan, menggagas dan berinisiatif dalam membuat website Desa “saya membaca dari salah satu surat kabar bahwa KPK mengharuskan mengupload dana yang di gelontorkan pemerintah kepada desa melalui website Desa” ujar Ilyas. Selain itu beliau pun sangat terbuka kepada seluruh operator Desa apabila mengalami kesulitan dalam proses tersebut. “Kami bisa diundang langsung ke daerah tersebut atau sebaliknya para operator datang langsung ke skretariat kami” tambahnya.
All'z Belajar menulis . . . 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar